Ringkasan materi Geografi lengkap
Assalamualaikum wr.wb
Selamat malam guys pecinta ilmu Geografi, dan selamat malam juga untuk Indonesia. tetap semangat dan tetap belajar. pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu tentang Geografi ini guys. bagi kalian yang suka pelajaran Geografi taupun tidak, sebenernya maupun pelajaran Geografi itu rumit, tetap saja kalau kita gigih mau belajar yaa... Hasilnya akan bagus dan tidak sia-sia.
Ok guys tidak menunggu lama langsung saja baca dan pahami rangkuman Geografi di bawah ini :
Ringkasan
Geografi
A. Pengertian Geografi
Geografi
berasal dari kata “geographein” yang artinya gambaran muka bumi. Jadi
geografi adalah suatu ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena
geosfer dengan menggunakan sudut pandang wilayah dan lingkungan dalam konsep
keruangan.
Objek ilmu geografi dibagi dua yaitu:
1. Objek Formal: pendekatan
keruangan, pendekatan kewilayahan, dan pendekatan kelingkungan; dan
2. Objek Material: macam-macam
fenomena geosfer (atmosfer, hidrosfer, litosfer, biosfer, dan antroposfer).
B. Aspek Geografi
Ada
2 aspek utama yang dipelajari dalam geografi, yaitu sebagai berikut.
1. Aspek fisik merupakan fenomena geosfer
yang berhubungan dengan keadaan alamiah, keadaan bentuk muka bumi, perairan,
keadaan udara, potensi muka bumi, tumbuhan, dan hewan; dan
2. Aspek sosial merupakan permasalahan yang
berhubungan dengan aktivitas manusia sebagai makhluk sosial.
C. Pendekatan Geografi
Pendekatan
geografi terbagi menjadi tiga, antara lain sebagai berikut.
1. Pendekatan Keruangan merupakan ciri khas
ilmu geografi. Analisis dalam sudut pandang keruangan ini dibagi 3 aspek, yaitu
pendekatan topik, pendekatan aktivitas manusia, dan pendekatan regional;
2. Pendekatan Kelingkungan berhubungan erat
dengan lingkungan tempat tinggal manusia; dan
3. Pendekatan Kompleks Kewilayahan merupakan
pendekatan yang menekankan adanya hubungan antarwilayah. Contohnya adalah
perdagangan antarnegara timbul karena perbedaan kebutuhan antarnegara dan
komoditas.
D. Konsep Geografi
- Lokasi adalah letak,
berhubungan dengan tempat.
- Jarak adalah jarak
antara suatu wilayah dengan wilayah lain.
- Zoologi adalah ilmu yang mempelajari hewan
- Keterjangkauan
adalah kondisi medan, ketersediaan sarana
transportasi, dan komunikasi suatu wilayah.
- Pola adalah susunan, bentuk, dan persebaran fenomena (alami/sosial
budaya).
- Morfologi
adalah bentuk lahan.
- Aglomerasi
adalah persebaran yang cenderung
mengelompok.
- Nilai
kegunaan adalah nilai guna.
- Interaksi/interdependensi
adalah hubungan, saling memengaruhi,
timbalbalik.
- Diferensiasi
areal adalah perbedaan wilayah.
- Keterkaitan
ruang adalah keterkaitan persebaran antarfenomena.
E. Prinsip Dasar Geografi
- Distribusi
adalah persebaran fenomena geografi.
- Interelasi
adalah keterkaitan antara manusia dengan
alarm
- Deskripsi
adalah penjelasan fenomena yang ada di bumi.
- Korologi
adalah kondisi suatu wilayah (perpaduan
distribusi, interelasi, deskripsi).
F. Cabang Ilmu Geografi
- Antropologi
adalah ilmu yang mempelajari manusia dan
kehidupannya (ras, budaya).
- Botani
adalah ilmu yang mempelajari
tumbuh-tumbuhan.
- Demografi
adalah ilmu yang mempelajari perkembangan
penduduk (persebaran, susunan).
- Geologi
adalah ilmu yang mempelajari bumi secara
keseluruhan (lapisan, struktur).
- Geomorfologi
adalah ilmu yang mempelajari bentuk muka
bumi dan prosesnya.
- Hidrologi
adalah ilmu yang mempelajari air permukaan
(sungai, rawa, danau) dan air tanah.
- Klimatologi
adalah ilmu yang mempelajari iklim.
- Meteorologi
adalah ilmu yang mempelajari cuaca.
- Oseanografi
adalah ilmu yang mempelajari lautan.
A. Proses Terjadinya Bumi
1. Teori Pergeseran Benua menjelaskan
bahwa semua benua berasal dari satu daratan yang disebut pangea yang
terpecah akibat pergeseran secara perlahan ke arah ekuator dan barat benua.
Teori ini dikemukakan oleh Wagener dengan
asumsi sebagai berikut.
a. Sebagian belahan bumi selatan tertutup es
(seperti di wilayah Afrika Selatan, India, dan Selandia Baru).
b. Kesamaan struktur geologi batuan di Eropa
Barat dengan Amerika Utara, dan Afrika Barat dengan Afrika bagian selatan
timur.
c. Greenland semakin mendekat ke
Amerika Utara.
2. Teori Kontraksi menjelaskan bahwa
bumi mengalami penyusutan dan pengkerutan akibat pendinginan. Dalam kurun waktu
yang lama terbentuk pegunungan dan lembah. Teori ini dikemukakan oleh
Descartes.
3. Teori pegunungan menjelaskan bahwa
bumi terbentuk bukan karena bencana alam. Teori ini dikemukakan oleh Edwar
Suess.
4. Teori James Dana menjelaskan
pemandangan alam yang terjadi akibat pelapukan dan erosi.
B. Lapisan Bumi
1. Litosfer (kerak bumi),
memiliki ciriciri sebagai berikut.
a. Lapisan terluar;
b. Terdiri atas batuan: lapisan silisium dan
aluminium (SiAl) dan lapisan silisium dan magnesium (SiMg);
c. Tebal ± 1.200 km, berat jenis 2,8 gram/cm3
d. Terdiri dari kerak benua dan kerak
samudra.
2. Astenosfer (Mantel Bumi), memiliki ciriciri sebagai berikut.
a. Berada di bawah litosfer;
b. Tebal ± 1.700 km, berat jenis 5 gram/cm3
c. Berwujud bahan cair dan berpijar;
d. Suhu 2.000°C.
3. Barisfer (Inti Bumi), memiliki
ciriciri sebagai berikut.
a. Berbahan padat tersusun atas nikel dan
besi (NiFe);
b. Jarijari 3.470 km;
c. Inti dalam: padat, suhu ± 4.500° C,
diameter 2.740 km;
d. Inti luar: cair, suhu ± 2.200° C, tebal
2.000 km.
C. Proses Terjadinya Tata Surya
Berikut ini adalah beberapa teori mengenai proses terjadinya tata
surya.
1. Teori Kabut oleh Immanuel Kant
Teori ini mengungkapkan bahwa tata surya
pada awalnya terdapat gumpalan kabut yang lama kelamaan di bagian tengahnya
membentuk gumpalan gas yang kemudian membentuk matahari dan planet lainnya.
2. Teori Planetesimal oleh Thomas
Chamberlin
Teori ini menjelaskan bahwa matahari telah
ada pada awalnya, lalu ada bintang yang mendekat dan terjadilah penarikan massa
matahari oleh bintang. Massa matahari yang terhambur inilah yang nantinya
membentuk planet.
3. Teori Pasang Surut oleh Jeans dan
Jefreys
Teori ini memiliki kesamaan dengan teori
planetesimal, bedanya massa matahari yang tertarik bintang membentuk tonjolan
dan membeku yang nantinya menjadi planet.
4. Teori Awan Debu oleh Weizsaeker
dan Kniper
Teori ini menyatakan bahwa tata surya berasal
dari gumpalan gas dan debu yang membentuk cakram di bagian tengah dan tipis di
pinggirnya. Bagian tengah membentuk matahari (karena menekan sehingga panas dan
pijar) sementara pinggirnya membentuk planet (karena berputar dengan cepat).
5. Teori Nebula oleh Laplace
Laplace menyatakan bahwa tata surya berasal
dari gumpalan gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat sehingga
menyebabkan sebagian darinya terlempar dan membeku membentuk planet.
D. Teori tentang Tata Surya
Berikut adalah beberapa teori tentang tata surya.
1. Teori Geosentris oleh Ptolomeus
Teori ini menyatakan bahwa semua benda
angkasa termasuk matahari beredar mengelilingi bumi sebagai pusat tata
surya/porosnya.
2. Teori Heliosentris oleh Copernicus
Teori ini menyatakan bahwa matahari
merupakan pusat tata surya dan planetplanet mengelilingi matahari.
3. Teori Kepler yang biasa dikenal dengan
Hukum Kepler
4. Kepler membagi teorinya menjadi 3 yaitu
sebagai berikut.
a. Hukum Kepler I menyatakan bahwa
semua planet beredar mengelilingi matahari dengan lintasan berbentuk elips dan
matahari berada di salah satu titik apinya;
b. Hukum Kepler II menyatakan bahwa
dalam periode yang sama, garis hubung antara matahari dengan planet membentuk
bidang-bidang yang sama luasnya;
c. Hukum Kepler III menyatakan
bahwa pangkat dua periode sebuah planet mengelilingi matahari, berbanding lurus
dengan pangkat tiga jarak rata rata ke matahari.
E. Benda Angkasa
1. Galaksi Bimasakti (Milkyway), terdiri
atas:
a. Matahari sebagai pusat tata surya.
Matahari memiliki tiga bagian yaitu inti matahari, fotosfer (bola matahari),
dan atmosfer matahari;
b. Planet dalam, yang terdiri dari:
Merkurius, Venus, Bumi;
c. Planet luar, yang terdiri dari: Mars,
Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.
2. Bintang adalah benda langit yang
mengeluarkan cahaya sendiri.
3. Komet adalah bintang berekor.
4. Meteor adalah pecahan planet/bintang yang
melayang di angkasa.
F.
Revolusi dan Rotasi
1. Revolusi merupakan periode suatu planet
mengelilingi matahari. Kala revolusi bumi adalah satu tahun, tepatnya 365 hari
6 jam 9 menit 10 detik.
Akibat revolusi bumi adalah sebagai berikut.
a. perbedaan panjang siang dan malam;
b. pergantian musim;
c. gerak semu tahunan matahari.
2. Rotasi merupakan periode perputaran
sebuah planet pada porosnya. Kala rotasi bumi adalah 24 jam.
Akibat rotasi bumi adalah sebagai berikut.
a. terjadinya siang dan malam;
b. peredaran semu benda angkasa;
c. perbedaan waktu;
d. pembelokan arah angin.
Litosfer
merupakan lapisan terluar kulit bumi, memiliki ketebalan ± 1.200
km dan terdiri atas lapisan Silisium dan Aluminium (SiAl) serta Silisium dan
Magnesium (SiMg). Litosfer tersusun atas berbagai jenis batuan.
A. Batuan dalam Litosfer
1. Batuan Beku terbentuk karena adanya
pembekuan magma yang keluar akibat proses pendinginan.
Batuan beku terdiri atas tiga macam, antara
lain.
a. Batuan beku dalam (abisis, plutonis) terjadi
karena pembekuan magma di dalam kulit bumi.
Contoh: batu granit, diorit, gabro, dan
perodotit.
b. Batuan beku korok (hypoabisis) terjadi
karena pembekuan magma di celahcelah/retakan bumi.
Contoh: batu granit porfirit, seinit porfirit,
dan porfir gabro.
c. Batuan beku luar (effusif) terjadi
pembekuan magma setelah mencapai permukaan.
Contoh: andesit, basalt, riolit, obsidian.
2. Batuan sedimen terbentuk karena
terjadinya pelapukan batuan yang kemudian terendapkan hingga membentuk batuan.
a. Berdasarkan proses terjadinya, dibagi
menjadi:
1) Sedimen klastik/mekanik adalah
diangkut dari tempat asal kemudian diendapkan tanpa mengalami proses kimiawi.
Misalnya: batu breksi (kerikil dengan sudut tajam), konglomerat (kerikil dengan
sudut tumpul);
2) Sedimen kimiawi adalah endapan
hasil pelarutan kimiawi. Misalnya: batu garam;
3) Sedimen organik adalah batuan yang
dipengaruhi unsur organik. Contoh: batu bara dan batu gamping;
b. Berdasarkan tenaga pengangkutnya, dibagi
menjadi:
1) Sedimen aquatic terjadi karena
diendapkan oleh air. Contoh: batu pasir, lumpur; Sedimen Aeolis terjadi
karena diendapkan oleh angin. Contoh: tanah loss, pasir;
2) Sedimen glacial terjadi karena
tenaga gletser. Contoh: morena, tanah lim;
3) Sedimen marine terjadi karena oleh
air laut. Contoh: delta.
c. Berdasarkan tempat diendapkannya, dibagi
menjadi:
1) Sedimen teritis terjadi di darat,
contoh: tanah loss, batu tuff, breksi;
2) Sedimen fluvial terjadi di dasar
sungai, contoh: pasir;
3) Sedimen marine terjadi di dasar
laut, contoh: batu karang, batu garam;
4) Sedimen palludal/limnis terjadi di
rawa/danau, contoh: gambut, tanah lim;
5) Sedimen glacial terjadi di daerah
es, contoh: batu morena;
6) Sedimen marginal terjadi di
pantai.
3. Batuan metamorf/malihan adalah batuan
beku endapan yang berubah sifatnya karena pengaruh suhu tinggi, tekanan, dan
waktu.
a. Batuan metamorf kontak terjadi karena
adanya kontak atau pengaruh suhu tinggi atau dekat dengan magma. Contoh: marmer
dari batu kapur.
b. Batuan metamorf dinamo terjadi karena
adanya tekanan lapisan di atasnya dalam waktu lama. Contoh: batu sabak dari
tanah liat antrasit.
c. Batuan metamorf pneumatolistis terjadi
karena pengaruh suhu tinggi, tekanan di sekitarnya dan waktu yang lama serta
masuknya unsur lain. Contoh: batu permata.
B. Tenaga Pembentuk Muka Bumi
1. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal
dari dalam bumi. Tenaga endogen meliputi vulkanisme dan tektonisme.
a. Vulkanisme adalah peristiwa
naiknya magma dari perut bumi, baik disebut intrusi magma maupun ekstrusi
magma.
1) Intrusi magma terjadi bila naiknya
magma masih berada di dalam lapisan kulit bumi.
Intrusi magma menghasilkan bentuk sebagai
berikut.
Batolit
adalah batuan beku terbentuk di dapur magma;
Lakokit
adalah magma menerobos lapisan kulit bumi
dan mendesak lapisan atasnya, berbentuk cembung dan datar di bawahnya;
Sill adalah magma masuk di antara dua lapisan dan membeku membentuk
lempeng memanjang;
Diatrema
adalah magma yang membeku pada pipa/gang, berbentuk
silinder memanjang dari dapur magma ke mulut kawah;
Gang
(korok) adalah magma yang memotong lapisan kulit bumi
dengan bentuk pipa/ lempeng setelah membeku; dan
Apolisa
adalah cabang gang.
Intrusi magma yang memotong perlapisan
batuan di atasnya menghasilkan bentuk sebagai berikut.
Dike
adalah pluton yang memotong tegak lurus perlapisan batuan sedimen di atasnya;
Vein
volkanik (neck = plug) adalah akar gunung api yang telah
tererosi;
Ring dike (dike
yang melingkar).
2) Ekstrusi magma terjadi bila
naiknya magma sudah mencapai permukaan.
Bentuk ekstrusi magma adalah sebagai
berikut.
Ekstrusi
magma berdasarkan erupsi (letusan), terdiri atas:
- Erupsi eksplosif adalah magma yang keluar
dengan menimbulkan ledakan;
- Erupsi efusif adalah magma yang keluar
hanya meleleh.
Erupsi
berdasarkan bentuk lubang, terdiri atas:
- Erupsi linear adalah erupsi yang terjadi
pada lubang yang memanjang;
- Erupsi sentral adalah erupsi akibat magma
keluar melalui lubang yang kecil;
- Erupsi areal adalah erupsi yang membentuk
kawah yang sangat luas.
b. Tektonisme adalah tenaga yang berasal
dari dalam bumi baik mendatar maupun vertikal sehingga menyebabkan perubahan
muka bumi.
Tenaga endogen dibedakan menjadi:
1. Epirogenesa merupakan gerakan
pengangkatan dan penurunan benua yang relatif lambat terjadi pada areal yang
sangat luas;
2. Orogenesa (gerakan pembentukan
pegunungan) merupakan terbentuknya lipatan, patahan, dan rekahan yang relatif
cepat pada areal yang sempit.
c. Gempa bumi (seisme) adalah getaran
kulit bumi akibat dari pelepasan energi dari dalam bumi.
Berdasarkan faktor penyebab terdiri atas:
1. Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi
akibat tenaga tektonik seperti pergeseran sesar, tumbukan lempeng;
2. Gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi
karena letusan gunung berapi;
3. Gempa runtuhan adalah gempa akibat
dislokasi dalam perut bumi.
Berdasarkan episentrumnya terdiri atas:
1. Gempa linier merupakan gempa yang
memiliki episentrum pada garis;
2. Gempa sentral merupakan gempa yang
memiliki episentrum pada titik.
Berdasarkan letak episentrum terdiri atas:
1. Gempa laut adalah gempa yang terjadi di
dasar laut;
2. Gempa darat adalah gempa yang terjadi di
darat.
Berdasarkan letak hiposentrum terdiri atas:
1. Gempa dangkal adalah gempa dengan
kedalaman hiposentrum < 100 km;
2. Gempa menengah adalah gempa dengan
kedalaman hiposentrum 100—300 km;
3. Gempa dalam adalah gempa dengan kedalaman
hiposentrum 300 m.
Berdasarkan jarak hiposentrum terdiri atas:
1. Gempa lokal terjadi pada jarak < 10.000 km
2. Gempa jauh terjadi pada jarak ± 10.000 km
3. Gempa sangat jauh terjadi pada jarak > 10.000 km
2. Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal
dari luar bumi. Tenaga eksogen antara lain sebagai berikut.
a. Pelapukan merupakan penghancuran massa
batuan yang dipengaruhi oleh struktur batuan, iklim, topografi, dan faktor biologis.
Pelapukan meliputi:
1) Pelapukan fisik merupakan pelapukan
pengaruh tenaga eksogen (suhu, sinar matahari, curah hujan) yang berulangulang
dalam waktu lama. Contoh tanah vulkanis;
2) Pelapukan kimiawi merupakan penghancuran
batuan melalui proses kimiawi. Contoh pelapukan batuan kapur yang akan
membentuk stalaktit yang menggantung pada lubang gua;
3) pelapukan organik merupakan pelapukan
yang disebabkan oleh tumbuhan, hewan, dan manusia.
b. Erosi adalah hilangnya atau terkikisnya
tanah dari suatu tempat yang diangkut oleh air, angin, atau gletser ke tempat
lain.
Jenisjenis erosi dibagi menjadi 3, yaitu
sebagai berikut.
1) Erosi oleh air hujan(Ablasi), ada
7 macam antara lain sebagai berikut.
Erosi
percik (splash erosion) terjadi karena percikan air (hujan);
Erosi
lembar (sheet erosion) yaitu proses pengangkutan lapisan tanah yang
hampir merata di tanah permukaan;
Erosi
alur (rill erosion), terjadi karena air terkonsentrasi mengalir pada
tempattempat tertentu di permukaan tanah sehingga membentuk alur;
Erosi ,parit
(gully erosion), proses terjadinya sama dengan erosi alur tetapi tenaga
erosinya berupa aliran limpasan dan alur-alur terbentuk V parit atau U yang
tidak hilang.
Erosi
mudik (headward erosion), erosi yang menyebabkan lembah parit menjadi
panjang ke arah hulu;
Erosi
vertikal (subsurface erosion), erosi yang menyebabkan lembah menjadi
bertambah dalam; dan
Erosi
lateral, erosi yang mengikis tepi sungai, melebarkan lembah dan menyebabkan
meandering.
97
1) Erosi yang terjadi oleh air laut disebut abrasi.
2) Erosi yang terjadi oleh es/gletser
disebut eksarasi.
3) Erosi yang terjadi oleh angin biasanya
terjadi di daerah gurun disebut deflasi.
C. Bentuk Muka Bumi
1. Relief daratan berupa
a. Gunung adalah bentuk tanah yang menonjol
di atas wilayah sekitarnya.
b. Pegunungan adalah jajaran gunung yang
membentang di atas wilayah sekitarnya.
c. Dataran tinggi/plato adalah dataran yang
memiliki tinggi antara 200 — 700 m.
d. Peneplain adalah puncak gunung yang baru
terbentuk karena tenaga eksogen, berupa pegunungan yang hampir datar.
e Dataran rendah adalah dataran yang
memiliki tinggi antara < 200 m.
f. Bukit adalah bentang alam yang memiliki
permukaan tanah yang lebih tinggi dari permukaan tanah di sekelilingnya.
g. Lembah adalah wilayah bentang alam yang
dikelilingi oleh pegunungan atau perbukitan biasanya luasnya dari beberapa
kilometer persegi sampai mencapai ribuan kilometer persegi.
2. Relief dasar laut
a. Continental shelf/paparan benua
merupakan dataran yang sempit pada dasar laut dengan kedalaman ± 200 m.
b. Continental slop merupakan
berbatasan dengan continental shelf, berupa dataran luas.
c. Gunung laut adalah gunung yang muncul di
permukaan laut.
d. Ridge (Punggung laut) merupakan
dasar laut dimana di sebelah kanan dan kirinya berupa laut dalam.
e. Trench (palung laut) merupakan
lembah yang terletak di dasar !aut.
f. Lubuk (basin laut) merupakan dasar laut
yang dalam.
g. Ambang laut merupakan bukit yang terletak
di dasar laut.
D. Jenis-jenis Gunung Api
Gunung api dapat dibedakan berdasarkan bentuknya. Berikut adalah
bentukbentuk gunung api.
1. Berdasarkan tipe letusan, antara lain
sebagai berikut.
a. Tipe Hawaii, memiliki ciriciri
berupa letusan berupa letupan dan lelehan, dapur magma dangkal, tekanan gas
rendah dan lava cair;
b. Tipe Stromboli, memiliki ciriciri
berupa letusan berupa letupan dan lelehan, tekanan gas sedang, biasanya meletus
secara periodik, dan mengeluarkan lava disertai born dan lapili. Contohnya
adalah Gunung Raung yang terletak di Jawa Timur;
c. Tipe vulkano, ada dua macam yaitu:
1) vulkano lemah, memiliki ciriciri berupa
tekanan gas sedang, dapur magma dangkal, letusan mengeluarkan material padat.
Contohnya adalah Gunung Semeru di Jawa Timur;
2) vulkano kuat, memiliki ciriciri berupa
tekanan gas tinggi, dapur magma dalam, letusan kuat.
d. Tipe merapi, memiliki ciriciri
berupa letusan berupa hembusan gas, lava kental, dapur magma dangkal, dan
tekanan gas rendah;
e. Tipe perret, memiliki ciriciri
antara lain letusan paling hebat, dapur magma sangat dalam, tekanan gas sangat
tinggi, lava yang keluar biasanya kental. Contohnya adalah letusan Gunung
Krakatau pada tahun 1883;
f. Tipe pelle, memiliki ciriciri;
sumbat kawah tinggi, dapur magma dalam, dan tekanan gas tinggi, dan biasanya
memancarkan gas pijar bersuhu 200°C. Contohnya adalah Gunung Montagna Pelle di
Amerika Tengah;
g. Tipe st. Vincent, memiliki
ciriciri antara lain lava cair liat dan letusan hebat.
2. Berdasarkan sifat erupsinya, antara lain
dapat dibagi sebagai berikut.
a. Gunung api strato, memiliki
ciriciri antara lain berbentuk kerucut, badannya berlapis, biasanya letusan dan
lelehan silih berganti, maaterial hasil erupsi tertimbun di sekitar kepundan;
b. Gunung api perisai, memiliki
ciriciri antara lain berbentuk landai seperti perisai, lava yang dikeluarkan
sangat cair, tekanan gas rendah, dapur magma dangkal, dan magma keluar secara
efusif. Contohnya adalah Gunung Kilanea dan Gunung Mauna Kea di Kepulauan
Hawaii;
c. Gunung api maar, memiliki ciriciri
antara lain biasanya letusan hanya sekali, material letusan membentuk tanggul
di sekitar kepundan sehingga membentuk danau dan bersifat eksplosif. Contohnya
adalah Ranu Klakah yang terbentuk dari kepundan Gunung Lamongan di Jawa Timur.
A. Pengertian Biosfer
Biosfer
merupakan tempat tinggal makhluk hidup (hewan dan tumbuhan) dalam berinteraksi
dengan lingkungannya
B. Faktor yang Memengaruhi Persebaran Flora
dan Fauna
1. Faktor penyebab persebaran, terdiri atas:
a. tekanan populasi, terjadi persaingan
dalam biofer sehingga mengakibatkan hewan melakukan migrasi untuk bertahan
hidup;
b. adanya habitat baru bagi hewan dan
tumbuhan.
2. Sarana persebaran terdiri atas angin, udara,
dan air;
3. Halhal yang menghambat persebaran flora
dan fauna antara lain adalah:
a. iklim, berhubungan dengan kemampuan
adaptasi makhluk hidup pada suhu udara, kelembapan udara, dan curah hujan;
b. tanah, berhubungan dengan kesuburan
tanah, hidrologi, dan aerasi tanah;
c. geografi/topografi muka bumi; dan
d. biologis, berhubungan dengan ketersediaan
makanan dan persaingan antarmakhluk hidup.
C. Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia
dan Dunia
1. Persebaran Flora di Indonesia
a. Hutan hujan tropis, biasanya terdapat di
daerah dengan curah hujan tinggi. Flora jenis ini tersebar di Sumatra,
Kalimantan, dan Papua.
b. Hutan musim, ada di daerah yang
dipengaruhi iklim musim. Biasanya dikenal dengan nama hutan homogen(hutan yang
terdiri atas satu tumbuhan). Flora jenis ini tersebar di Jawa Tengah, Jawa
Timur, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat.
c. Hutan bakau, terdapat di daerah dataran
rendah dan daerah pantai yang banyak lumpur. Flora ini tersebar di pantai utara
Jawa, pantai Kalimantan, pantai timur Sumatra, dan pantai selatan Papua.
d. Hutan stepa atau sabana, terdapat di
daerah dengan curah hujan rendah. Hutan sabana adalah padang rumput (stepa).
Flora jenis ini tersebar di daerah Nusa Tenggara.
2. Persebaran Fauna di Indonesia
a. Fauna Asiatik/Fauna oriental terdapat di
wilayah barat. Fauna ini memiliki kesamaan dengan fauna Asiatik. Contohnya
adalah harimau, gajah, badak.
b. Fauna Wallacea/Fauna peralihan terdapat
di wilayah tengah merupakan campuran Asiatik dan Australis. Contohnya adalah
komodo, anoa, babi rusa.
c. Fauna Australian terdapat di wilayah
timur. Fauna ini memiliki kesamaan dengan fauna Australis. Contohnya adalah
cenderawasih, kasuari, binatang berkantung.
Klasifikasi persebaran flora di dunia dipengaruhi oleh cahaya,
curah hujan, suhu, angin,dan sifat hujan.
3. Persebaran Flora di Dunia
a. Padang rumput (grassland) pada
umumnya terdapat di daerah tropika dan subtropika, flora ini tersebar di
Australia, Afrika, dan Amerika Selatan.
b. Hutan hujan (rain forest) pada
umumnya terdapat di daerah khatulistiwa, flora ini tersebar di Malaysia,
Indonesia, dan Amerika Selatan.
c. Gurun/padang rumput pada umumnya terdapat
pada daerah dengan curah hujan yang rendah. Tersebar di tengah benua. Contohnya
adalah Gurun Sahara di Afrika, dan Gurun Nevada di Amerika Serikat.
d. Tundra/padang lumut terdapat di belahan
bumi utara daerah kutub. Flora ini tersebar di Amerika Utara, Siberia, dan
Eropa Utara.
e. Taiga, biasanya terdapat di belahan bumi
utara. Flora tersebar di Eurasia dan Amerika Utara.
4. Persebaran Fauna di Dunia
a. Kawasan Australis tersebar di Australia,
Selandia Baru, Indonesia bagian timur. Contoh: kanguru, kasuari, hewan
berkantung.
b. Kawasan Neotropik tersebar di Amerika
Selatan, Amerika Tengah. Contoh: kera, tapir.
c. Kawasan Paleartik tersebar di Eropa,
Asia, Afrika. Contoh: sapi, kambing, robin.
d. Kawasan Ethiopia tersebar di selatan
Gurun Sahara, Madagaskar. Contoh: jerapah, zebra, kuda nil, badak.
e. Kawasan Oriental/Asiatik tersebar di
India, Sri Lanka, Indocina, Indonesia. Contoh: gajah, harimau, orang utan.
f. Kawasan Neartik tersebar di Amerika
Utara. Contoh: kelelawar, tupai, tikus berkantung.
D. Perlindungan Flora dan Fauna
Beberapa cara melindungi flora dan fauna, adalah sebagai berikut.
101
1. Suaka margasatwa dan cagar alam
a. Suaka margasatwa merupakan perlindungan
terhadap jenisjenis hewan tertentu yang hampir punah dan dilaksanakan
berdasarkan undangundang pemerintah. Contoh suaka margasatwa di Indonesia
adalah suaka margasatwa Ujung Kulon (badak bercula satu), suaka margasatwa
Baluran (banteng, harimau jawa, dan rusa), suaka margasatwa Pulau Komodo
(komodo), suaka margasatwa Tanjung Puting (orang utan).
b. Cagar alam adalah hutan untuk melindungi
kelestarian flora dan fauna. Contoh cagar alam di Indonesia antara lain cagar
alam Nusakambangan di Jawa Tengah, cagar alam Lorenz dan Wasur di Papua, dan
cagar alam Cibodas di Jawa Barat
c. Penyuluhan kepada masyarakat akan
pentingnya pelestarian flora dan fauna.
d. Penegakan hukum bagi yang merusak
kelestarian flora dan fauna.
E. Dinamika Penduduk
Dinamika penduduk atau perubahan penduduk dapat dipengaruhi oleh
halhal berikut.
1. Kelahiran (fertilitas)
Untuk menghitung angka kelahiran dapat
dihitung dengan 2 cara, antara lain sebagai berikut.
a. Angka kelahiran kasar (CBR) merupakan
jumlah kelahiran (B) tiap 1000 penduduk (P) per tahun. Dengan menggunakan rumus
berikut.
=×1000BCBRP
b. Angka kelahiran menurut umur (ASFR)
merupakan jumlah kelahiran wanita umur tertentu Bx tiap
1000 wanita pada kelompok umur tertentu Px per
tahun. Dihitung dengan menggunakan rumus berikut.
=×1000xxBASFRP
2. Kematian (mortalitas)
Untuk
menghitung angka kematian dapat dihitung dengan 3 cara, antara lain sebagai
berikut.
a. Angka kematian kasar (CDR) merupakan
jumlah kematian D tiap 1000 penduduk P per tahun. Dapat diketahui dengan
menggunakan rumus berikut.
=×1000DCDRP
b. Angka kematian bayi (IMR) merupakan
jumlah kematian bayi D0 tiap 1000 kelahiran B per tahun. Dapat dihitung dengan
menggunakan rumus berikut.
=×01000DIMRB
c. Angka kematian menurut umur (ASDR)
merupakan jumlah kematian penduduk umur tertentu Dx tiap
1000 penduduk umur tertentu Px per tahun. Dapat dihitung dengan menggunakan
rumus.
=×1000xxDASDRP
3.
Adanya transmigrasi, urbanisasi, emigrasi,
dan imigrasi.
F. Pertumbuhan Penduduk
Untuk menghitung pertumbuhan penduduk, dapat dilakukan dengan
cara:
1. Pertumbuhan penduduk alami Pa adalah selisih antara jumlah kelahiran L dengan kematian M.
Rumus : =−aPLM
2 Pertumbuhan penduduk total Pt adalah selisih antara jumlah kelahiran L dengan kematian M,
102
dan selisih jumlah penduduk masuk I dengan
penduduk keluar E.
Rumus : =−+−()()aPLMIE
G. Komposisi Penduduk
Dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu:
1. Menurut umur dan jenis kelamin, dapat
dihitung menggunakan 2 cara sebagai berikut.
a. DR = beban ketergantunga
penduduk (014 tahun) + penduduk (>64
tahun) = 100%penduduk(1564)DR−×−
SR = rasio jenis kelamin
penduduk lakilaki = ×100%penduduk perempuanSR
2. Piramida penduduk, terbagi atas 3
piramida:
a. Piramida penduduk muda, memiliki ciriciri
yaitu kelahiran > kematian, usia muda > usia tua, berbentuk
limas/segitiga.
b. Piramida penduduk stasioner, memiliki
ciriciri yaitu kelahiran = kematian, usia muda = usia tua, biasanya berbentuk
segiempat.
c. Piramida penduduk tua, memiliki ciriciri
yaitu kelahiran < kematian, usia muda < usia tua, berbentuk seperti
nisan.
H. Kepadatan Penduduk
1. kepadatan penduduk kasar jumlah penduduk=luaslahan
2. kepadatan penduduk fisiografi jumlahpenduduk=luas lahan pertanian
3. kepadatan penduduk agraris jumlahpetanian=luas lahan pertanian
1. kepadatan penduduk kasar jumlah penduduk=luaslahan
2. kepadatan penduduk fisiografi jumlahpenduduk=luas lahan pertanian
3. kepadatan penduduk agraris jumlahpetanian=luas lahan pertanian
I. Industri
Industri merupakan kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah
menjadi bahan setengah jadi, termasuk rancang bangun industri dan perekayasaan
industri.
1. Berdasarkan modal dan tenaga kerja,
industri dibedakan atas:
a. Industri rumah tangga, memiliki ciriciri
yaitu modal kecil, tenaga kerja dari keluarga atau kurang dari 4 orang.
b. Industri kecil, memiliki ciriciri yaitu
modal lebih besar daripada industri rumah tangga, tenaga kerja terdiri atas 5 —
9 orang.
c. Industri sedang, memiliki ciriciri yaitu
modal lebih besar dari industri kecil, tenaga kerja antara 20 — 99 orang.
d. Industri besar, memilki ciriciri yaitu
modal besar, tenaga kerja lebih dari 100 orang, menggunakan teknologi modern.
2. Berdasarkan bahan baku dibedakan atas:
a. Industri ekstraktif biasanya menggunakan
bahan baku langsung dari alam;
b. Industri nonekstraktif, ciricirinya
adalah bahan baku tidak didapat langsung dari alam/perantara/industri lain;
c. Industri fasilitatif adalah industri yang
bergerak di bidang penjualan jasa.
3. Berdasarkan proses produksi dibedakan
atas:
a. Industri hulu adalah industri yang
mengolah barang mentah menjadi barang setengah jadi.
b. Industri hilir adalah industri yang
mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi.
J. Faktor Penentu Lokasi Industri
Berikut adalah faktor penentu lokasi industri sebagai berikut.
1. Ketersediaan bahan baku;
2. Jarak dengan konsumen dan biaya angkut;
3. Modal dan tenaga kerja;
4. Sarana transportasi;
5, Kondisi ekonomi dan teknologi;
6. Kemiringan lereng;
7. lklim dan ketersediaan air; dan
8. Peraturan pemerintah.
103
K. Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI)
1. WPPI Sumatra bagian Utara memiliki
potensi sumber alam.
2. WPPI Sumatra bagian Selatan memiliki
potensi ekonomi batu bara, minyak bumi, timah.
3. WPPI Jawa dan Bali, memiliki ciriciri
berupa pasar yang baik, tenaga kerja terampil, sumber energi, pertanian maju.
4. WPPI Kalimantan bagian Timur memiliki
potensi gas dan batu bara.
5. WPPI Sulawesi memiliki potensi pertanian,
perikanan, nikel, aspal, kapur, kayu.
6. WPPI Kalimantan Barat dan Batam memiliki
potensi hasil laut, gas alam, letak strategis.
7. WPPI Indonesia Timur bagian Selatan
memiliki potensi sumber daya alam, budaya.
8. WPPI Indonesia Timur bagian Utara
memiliki potensi hutan, mineral dan hasil laut.
L. Pertanian
Kegiatan pertanian adalah usaha manusia untuk mengelola tanah.
Berikut adalah faktor yang memengaruhi kegiatan pertanian.
1. Faktor alami, meliputi; iklim, tanah,
topografi;
2. Faktor ekonomi dan manusia, meliputi;
manusia, modal, teknologi, pasar, kebijakan (policy) pemerintah.
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Mempraktikan keterampilan
dasar peta dan pemetaan.
Memahami pemanfaatan citra
penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi SIG.
|
s Mendeskripsikan prinsipprinsip
dasar peta dan pemetaan.
s Mempraktikkan keterampilan
dasar peta dan pemetaan.
s Menganalisis lokasi industri
dan pertanian dengan memanfaatkan peta.
s Menjelaskan pemanfaatan citra
penginderaan jauh.
s Menjelaskan pemanfaatan Sistem
Informasi Geografi (SIG).
|
A. Peta
Peta adalah gambaran keseluruhan permukaan bumi
pada bidang datar yang diperkecil dengan skala tertentu. Ilmu yang mempelajari
tentang peta disebut kartografi.
Menunjukkan
lokasi suatu tempat.
Menyimpan
informasi.
Menggambarkan
bentuk permukaan bumi.
Menyajikan
jumlah dan persebaran kenampakan sosial dan budaya.
B. Penggolongan Peta
1. Berdasarkan isinya:
a. Peta umum menggambarkan kenampakan bumi
secara umum. Meliputi peta topografi, peta korografi, dan peta dunia.
b. Peta tematik menggambarkan wilayah
tertentu untuk tujuan tertentu. Contohnya adalah peta kepadatan penduduk, peta
persebaran flora dan fauna.
2. Berdasarkan skalanya:
a. Peta skala kadaster memiliki skala 1:100
sampai1:5.000;
b. Peta skala besar memiliki skala 1:5.000
sampai 1:250.000;
c. Peta skala sedang memiliki skala
1:250.000 sampai 1:500.001;
d. Peta skala kecil memiliki skala 1:500.000
sampai 1:1.000.001;
e. Peta skala geografis memiliki skala lebih
kecil dari 1:1.000.000.
C. Unsur Peta
Unsur-unsur peta adalah sebagai berikut.
Judul
menunjukkan isi/gambar peta
Garis
tepi
Garis
astronomis menunjukkan letak suatu wilayah pada peta (letak lintang dan bujur)
Skala
Simbol
(misalnya simbol titik, garis, dot/wilayah)
Orientasi
sebagai penunjuk arah.
Letering
Legenda
berisi keterangan simbol peta.
Inset
Sumber
dan tahun pembuatan
D. Skala Peta
Skala adalah perbandingan antara jarak yang terdapat pada peta
dengan jarak yang sebenarnya.
Skala dibedakan atas:
1. skala numerik/angka adalah skala yang
berupa angka. Contoh: 1:20.000
2. skala batang/garis adalah skala yang
ditunjukkan dengan membuat garis linear.
3. skala verbal/kalimat adalah skala yang
menggunakan kalimat baku sebagai petunjuk skala.
Cara menentukan skala pada peta adalah:
=×1212dPPd
Keterangan:
P1=
penyebut skala yang diketahui
P2=
penyebut skala yang dicari
d1=
jarak pada peta yang sudah diketahui skalanya
d2=
jarak pada peta yang akan dicari skalanya
E. Sistem Informasi Geografi
Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah suatu sistem yang
didasarkan pada cara kerja komputer yang bertugas untuk mengumpulkan, memilih,
mengatur, mengelola, dan menyimpan serta menyajikan data (informasi) yang
berkaitan dengan geografi.
Manfaat SIG
Manfaat SIG adalah sebagai berikut.
1. Perencanaan tata ruang dan pengembangan
wilayah;
2. Pemantauan gejala alam;
3. Inventarisasi sumber daya alam.
A. Desa
Desa
adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk dan merupakan suatu
kesatuan dengan memiliki pemerintahan sendiri untuk menciptakan suatu
peraturan/tata kehidupan yang dikepalai oleh kepala desa.
1. Ciriciri desa adalah sebagai berikut.
a. Memiliki hubungan yang erat antara desa,
masyarakat, dan lingkungan alamnya;
b. Keluarga desa merupakan unit sosial dan
unit kerja;
c. Jumlah penduduk dan luas wilayah desa
tidak begitu besar;
d. Kegiatan ekonomi mayoritas agraris
sehingga penduduk desa sangat bergantung pada keadaan iklim dan cuaca;
e. Masyarakat desa merupakan suatu
paguyuban;
f. Proses sosial di desa umumnya berjalan
lambat;
g. Taraf pendidikan penduduk desa masih
rendah.
2. Potensi Desa adalah kemampuan suatu desa
dalam usaha memenuhi kebutuhan warganya.
Potensi desa terbagi atas dua yaitu sebagai
berikut.
a. Potensi fisik: manusia, hewan dan tumbuhan,
air, dan iklim; dan
b. Potensi nonfisik: masyarakat desa,
lembaga masyarakat, dan perangkat desa.
3. Desa sebagai Hinterland
Fungsi desa sebagai penyokong atau penyedia
kebutuhan penduduk kota. Memiliki fungsi sebagai penyedia sumber bahan pangan, tenaga
kerja, pusat industri kecil dan rumah tangga, serta daerah tujuan wisata.
Faktor yang Memengaruhi Pola Persebaran
Desa, adalah sebagai berikut.
a. Lokasi desa;
b. Iklim;
c. Kesuburan tanah;
d. Tata air;
e. Keadaan ekonomi;
f. Keadaan budaya.
4. Pola Pemukiman Desa
Desa memiliki tiga bentuk umum pola
pemukiman, yaitu sebagai berikut.
a. Bentuk perkampungan linier adalah bentuk
perkampungan memanjang mengikuti sepanjang sungai, jalan, pantai, atau rel
kereta api.
b. Bentuk perkampungan memusat/mengelompok
adalah perkampungan yang mengelompok (agglomerated rural settlement) biasanya
terdapat pada daerah subur, sumber air, fasilitas umum.
c. Bentuk perkampungan menyebar adalah
bentuk perkampungan yang terpencar/menyendiri (disseminate rural
settlement), biasanya terdapat di daerah karst/pegunungan.
5.
Penggolongan Desa
a. Berdasarkan potensi desa,desa dapat
digolongkan sebagai berikut.
1) Desa berpotensi rendah, memiliki ciriciri
berupa topografi berbukit, air sulit diperoleh, pertanian dengan sistem tadah
hujan, lahan tidak subur;
2) Desa berpotensi sedang, memiliki ciriciri
berupa topografi tidak rata, pertanian dengan sistem irigasi semiteknis, lahan
kurang subur;
3) Desa berpotensi tinggi, memiliki ciriciri
berupa topografi datar, pertanian dengan sistem irigasi teknis, lahan
produktif.
b. Berdasarkan tingkat perkembangan, desa
dapat digolongkan sebagai berikut.
1) Desa swadaya adalah desa yang sebagian
besar masyarakatnya memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri atau hasil buatan
penduduk desa sendiri.
Desa tipe ini memiliki ciriciri sebagai
berikut.
Lokasi
terpencil dengan sedikit jumlah penduduk/jarang;
Tergantung
pada alam;
Topografi
kasar sehingga produktivitas rendah (pertanian);
Tingkat
pendidikan penduduk rendah;
Terbatasnya
sarana dan prasarana;
Adat
istiadat masih kental; dan
Lembaga
pemerintahan sederhana.
2) Desa swakarya adalah desa dimana keadaan
desanya sudah lebih maju dibandingkan desa swadaya. Desa tipe ini memiliki
ciriciri sebagai berikut.
Tingkat
perekonomian agak maju dan beragam;
Tingkat
pendidikan mayoritas tamat SD;
Mulai
masuknya teknologi;
Adat
istiadat mulai pudar/longgar; dan
Lembaga
pemerintahan mulai teratur/berkembang.
3) Desa swasembada adalah desa yang sudah
memiliki kemampuan mengembangkan semua potensi yang dimilikinya secara optimal
atau maksimal.
Desa tipe ini memiliki ciriciri sebagai
berikut.
Tingkat
perekonomian telah maju;
Mata
pencaharian penduduk heterogen;
Tingkat
pendidikan dasar 9 tahun cukup tinggi;
Penggunaan
teknologi dan sarana prasarana yang memadai;
Modernisasi,
muncul home industry;
Lembaga
pemerintahan berjalan dengan baik
B. Kota
Pengertian kota menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri RI No 4
tahun 1980 menyebutkan bahwa kota terdiri atas dua bagian. Pertama, kota
sebagai suatu wadah yang memiliki batasan administratif sebagaimana diatur
dalam perundang-undangan. Kedua, kota sebagai lingkungan kehidupan perkotaan
yang mempunyai ciri nonagraris, misalnya ibu kota kabupaten, ibu kota
kecamatan, serta berfungsi sebagai pusat pertumbuhan dan pemukiman.
1. Ciriciri kota adalah:
a. Sistem perekonomian bersifat nonagraris.
b. Kehidupan masyarakatnya heterogen dan
individualis.
c. Norma dan adat istiadat mulai pudar.
d. Pola pikir masyarakat realistis dan
rasionalis.
e. Sarana prasarana tersedia dan lengkap
(pasar, pertokoan, sarana oiah raga, tempat parka khusus, dll).
2. Penggolongan Kota
a. Berdasarkan jumlah penduduk, kota dapat
digolongkan sebagai berikut.
1) Kota kecamatan biasanya dihuni oleh
3.000 — 20.000 penduduk;
2) Kota kecil biasanya dihuni oleh
20.000 — 200.000 penduduk;
3) Kota sedang biasanya dihuni oleh
200.000 — 500.000 penduduk;
4) Kota besar biasanya dihuni oleh
500.000 — 1.000.000 penduduk;
5) Kota metropolitan biasanya dihuni oleh
1.000.000 — 5.000.000 penduduk; dan
6) Kota megapolitan biasanya dihuni lebih
besar dari 5.000.000 penduduk.
b. Berdasarkan tingkat perkembangan terdiri
atas beberapa tahap sebagai berikut.
1) Tahap eopolis adalah desa yang sudah
mulai teratur dan mengarah ke kota;
2) Tahap polis adalah bentuk kota yang
memiliki ciri bermata pencaharian agraris;
3) Tahap metropolis adalah bentuk kota yang
mengalami perpindahan ke arah industri;
4) Tahap megapolis merupakan bentuk kota
gabungan beberapa metropolis;
5) Tahap tiranopolis merupakan bentuk kota
yang mulai muncul adanya kejahatan dan kekacauan, karena pada tahap ini
kebanyakan penduduk kota sudah mencapai kemakmuran; dan
6) Tahap necropolis adalah bentuk kota mati.
3. Fungsi Kota
Berikut ini adalah beberapa fungsi kota,
antara lain:
a. sebagai pusat kegiatan penduduk;
b. sebagai pusat pemasaran dan kegiatan
ekonomi;
109
c. sebagai pusat pelayanan sosial, politik,
dan budaya;
d. sebagai pusat pendorong perkembangan
daerah dan nasional;
e. sebagai pusat penyediaan fasilitas
penunjang pertumbuhannya dan daerah belakangnya.
4. Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Kota
a. Faktor alamiah bergantung pada lokasi,
fisiografi, dan kekayaan alam; dan
b. Faktor sosial bergantung pada penduduk
dan kebijaksanaan pemerintah.
5. Perkembangan Kota
Bentuk kota yang sempurna adalah bentuk kota
yang dapat mengakomodasikan antara aktivitas masyarakat dan bentuk penggunaan
lahan.
Berikut teoriteori tentang konsep kota.
a. Teori Konsentris oleh Ernest W.Burgess
Menyatakan bahwa teori konsentris (memusat)
terbagi atas enam zona, yaitu:
1) zona pusat merupakan daerah kegiatan (Central
Business District)
2) zona peralihan (transisi) merupakan
daerah transisi dimana di zona ini sering ditemui kawasan pemukiman kumuh (slum),
karena zona ini dihuni penduduk miskin.
3) zona pemukiman kelas proletar pada zona ini
perumahanya sedikit lebih baik.
4) zona pemukiman kelas menengah (residential
zone) merupakan kompleks perumahan para karyawan kelas menengah yang
memiliki keahlian tertentu.
5) zona penglaju (commuters) merupakan daerah yang memasuki
daerah belakang (hinterland) atau batas desa-kota.
b. Teori Sektoral oleh Homer Hoyt
Pada teori ini kota terbagi berdasarkan
sektorsektor berdasarkan lingkaranlingkaran konsentrik.
Susunan kota menurut teori sektoral adalah
sebagai berikut.
1) Sektor pusat kegiatan bisnis yang terdiri
atas bangunanbangunan kontor, hotel, bank, bioskop, pasar, dan pusat
perbelanjaan;
2) Sektor kawasan industri ringan dan
perdagangan;
3) Sektor kaum buruh atau kaum murba, yaitu
kawasan permukiman kaum buruh;
4) Sektor permukiman kaum menengah atau
sektor madya wisma; dan
5) Sektor permukiman adi wisma, yaitu
kawasan tempat tinggal golongan atas yang terdiri dari para eksekutif dan
pejabat.
c.
Teori Inti Berganda oleh Harris dan
Ullman
Pada teori ini bahwa perkembangan kota
terbagi atas dasar sebagai berikut.
a. Pusat kota atau Central Business District
(CBD);
b. Kawasan niaga dan industri ringan;
c. Kawasan urbanwisma atau permukiman kaum
buruh;
d. Kawasan madyawisma atau permukiman kaum
pekerja menengah;
e. Kawasan adiwisma atau permukiman kaum
kaya;
f. Pusat industri berat;
g. Pusat niaga/perbelanjaan lain di
pinggiran;
h. Upakota, untuk kawasan mudyawisma dan
adiwisma; dan
i. Upakota (suburban) kawasan industri.
Perhatikan gambar berikut ini.
C.
Interaksi Desa dan Kota
Interaksi wilayah adalah suatu hubungan timbal balik yang saling
berpengaruh antara desa dengan kota yang dapat menghasilkan kenampakan,
masalah, dan fenomena baru.
1. Faktor penyebab interaksi adalah sebagai
berikut.
a. Adanya wilayah yang saling melengkapi;
b. Adanya kesempatan untuk berinteraksi; dan
c. Adanya kemudahan untuk berpindah.
2. Pengaruh Interaksi Desa-Kota
a. Pengaruh positif
1) Wilayah perdesaan semakin terbuka;
2) Masuknya teknologi ke desa;
3) Mulai berkembangnya lembaga pendidikan di
desa; dan
4) Tingkat pengetahuan penduduk meningkat
b. Pengaruh negatif
1) Arus urbanisasi tidak bisa dibendung;
2) Muncul kawasan kumuh;
3) Menyempitnya areal pertanian di desa
karena adanya investasi penduduk kota; dan
4) Dominasi kebudayaan kota di desa.
D. Teori Interaksi
1. Teori Model Gravitasi
Teori ini dikemukakan oleh Newton, rumus
teori gravitasi adalah sebagai berikut.
=2.()ABABABPPId
Keterangan rumus: IAB=
kekuatan interaksi daerah A dan B
PA =
jumlah penduduk wilayah A
PB =
jumlah penduduk wilayah B
dAB = jarak wilayah A dan B
2. Teori Titik Henti
Teori ini dikemukakan oleh W.J Reilly, biasanya digunakan untuk
menentukan pusat pelayanan.
E. Urbanisasi
Urbanisasi merupakan perpindahan dari desa ke kota.
Faktor Penyebab urbanisasi adalah sebagai berikut.
1. Faktor penarik (pull factor) adalah
sebagai berikut.
a. Kesempatan kerja di kota lebih banyak;
b. Upah tenaga kerja di kota lebih besar;
c. Fasilitas di daerah perkotaan lebih
lengkap;
d. Kota merupakan pusat pemerintahan; dan
e. Kota merupakan tempat pemasaran hasil
produksi.
2. Faktor pendorong (push factor), adalah
sebagai berikut.
a. Sempitnya lahan pertanian di daerah
pedesaan;
b. Penghasilan di daerah pedesaan lebih
rendah;
c. Minimnya fasilitas di daerah pedesaan;
d. Keinginan untuk hidup lebih baik;
e. Pendidikan di desa relatif rendah; dan
f. Tekanan adat istiadat di daerah pedesaan
sangat ketat.
Dampak Urbanisasi
1. Dampak untuk kota
a. Dampak positif: berkembangnya kota dan
tersedianya tenaga kerja
b. Dampak negatif adalah sebagai berikut.
1) Meningkatnya kriminalitas;
2) Berkembangnya kawasan kumuh;
3) Pengangguran bertambah;
4) Kepadatan penduduk tinggi; dan
5) Kemacetan lalulintas.
2. Dampak untuk desa
a. Tenaga kerja untuk pertanian berkurang
karena tenaga ahli biasanya berpindah ke kota;
b. Desa sulit berkembang, karena banyak
penduduk yang berpindah ke kota;
c. Produktivitas pertanian menurun.
F. Negara Maju
Negara maju adalah negara yang memiliki standar hidup yang
relatif tinggi meliputi teknologi tinggi dan ekonomi yang merata.
1. Ciri negara maju adalah sebagai berikut.
a. Pendapatan per kapita tinggi;
b. Pertumbuhan ekonomi stabil;
c. Inflasi rendah;
d. Pertumbuhan penduduk rendah;
e. Kebebasan berpolitik;
f. Pendidikan penduduk tinggi; dan
g. Tingkat kesehatan dan gizi penduduk
tinggi;
2. Berikut adalah strategi pembangunan yang
digunakan oleh negara maju.
a. Menggunakan sistem ekonomi terbuka;
b. Menjalin kerja sama dengan negara lain
dengan prinsip laba;
112
c. Membuka peluang investasi asing; dan
d. Persaingan dalam peningkatan mutu produk.
Contoh negara maju adalah negaranegara di kawasan Eropa, Jepang, Cina,
Singapura, Amerika Serikat, Rusia.
3. Contoh negara maju di dunia adalah
Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Perancis, Inggris, Italia.
G. Negara Berkembang
Negara berkembang adalah suatu negara dengan kesejahteraan
material tingkat rendah.
1. Berikut adalah ciriciri negara
berkembang.
a. Pendapatan per kapita rendah;
b. Pertumbuhan ekonomi rendah dengan
pertanian sebagai kegiatan perekonomian utama;
c. Kurangnya modal dan teknologi;
d. Pertumbuhan dan kepadatan penduduk
tinggi;
e. Pendidikan penduduk rendah dengan
banyaknya jumlah pengangguran; dan
f. Pemanfaatan SDA tidak optimal karena
penguasaan teknologi yang rendah.
2. Contoh negara berkembang adalah India,
Cina, Brasil, Nigeria, Indonesia.
Sekian...
Hanya
itu yang bisa saya bagikan kepada teman-teman sekalian, semoga
bermanfaat. jangan hanya berhenti di kamu yah.... share ke yang lainnya
juga!!. saling berbagi ilmu itu bagus.
Kritik dan saran sangat saya butuhkan untuk pengembangannya, terimakasih
Wassalamualaikum wr.wb
